Zionism Menurut Rabbi Yahudi [1]

Rabbi Yisroel Dovid Weiss, seorang berdarah yahudi Hongaria mengatakan bahwa "Zionisme adalah ajaran yang mengkhianati Yudaisme! Zionisme adalah kepercayaan setan!" Beliau ialah juru bicara Neturei Karta International, sebuah gerakan kaum yahudi menentang Zionisme. Begitu pula sama halnya dengan kesesatan Kabbalah.

Selain Rabbi Yisroil Dovid Weiss masih banyak orang-orang yahudi di Amerika yang dengan gigih dan tak takut mati menantang dan menelanjangi segala kejahatan Zionisme Israel seperti Profesor Albert Einstein, Noam Chomsky, Profesor Israel Shahak, dan lain-lain. Mereka walaupun berdarah Yahudi, tidak takut di cap Anti-Semit. Semuanya yakin seperti yang berulang kali diteriakan Rabbi Weiss, "ZIONIS MERUPAKAN IDEOLOGI SETAN!"

Berakar Dari Iblis

Rabbi Weiss sebagai pakar Yudaisme tentu tidak sembarangan mengeluarkan pernyataan seperti itu. Zionisme memang berasal dari ajaran satanisme yang memiliki akar sangat panjang dalam sejarah kemanusiaan itu sendiri. Zionisme merupakan 'kedok baru' dari Satanisme' yang telah dibawa Iblis sejak mengikuti Adam-Hawa turun ke Bumi. Sebab itu, Talmud yang merupakan kitab suci kaum Zionis Yahudi pun disebut juga sebagai kitab hitam.

Sesungguhnya, kaum Yahudi awalnya tidak seperti yang ada sekarang, Seperti juga kaum-kaum terdahulu yang bertauhid, kaum ini juga pernah disayang oleh Allah SWT. Bahkan Allah SWT mengutus sejumlah nabi-Niya untuk menyelamatkan kaum ini dari kemusyrikan. Namun sayang, walau berkali-kali ditolong oleh Allah SWT, kaua ini tetap cenderung pada kesesatan, bahkan membunuhi dan berkhianat kepada para Nabiyullah, sehingga suatu ketika Allah SWT begitu murka dan mengutuk kaum ini menjadi babi dan kera.

Dalam sejarah panjang kehidupan kaum ini senantiasa berjalan dalam dua dunia: dunia gelap dan terang. Bagai Dewa Romawi Janus yang bermuka dua, demikian pula dengan kaum ini. Bagai lidah ular yang bercabang dua, demikian pula segala yang mereka bicarakan. Sebab itu, jika bibir mereka terlihat tersenyum, bisa jadi mereka sesungguhnya tengah memaki. Jika bibir mereka mengatakan oke, sangat mungkin mereka sesungguhnya mengatakan tidak. Mereka adalah suatu kaum yang terbiasa berdusta, tidak pernah menepati janji, dan selalu merugikan orang-orang di luar kelompok mereka.

Sikap iblis merupakan sikap mereka. Kitab hitam Talmud yang mereka yakini sebagai kitab suci merupakan pedoman hidupnya. Inilah jalan panjang, jejak-jejak dan penuh darah, yang mereka tinggalkan dan mereka buat hingga sekarang, Kita akan berkelana di masa-masa ketika bumi masih sangat gelap,ketika para Nabi secara bahu-membahu berjuang menerangi umat manusia dari kejahiliyahan dan kesesatan, berjuang memerangi pasukan iblis yang juga bahu-membahu memalingkan umat manusia dari jalan lurus, jalan tauhid.

Dalam perjalanannya, ada sejumlah orang dari kaum ini yang tersadar dan berbalik melawan orang-orangnya. Dengan penuh dedikasi mereka mennyebarluaskan kepada dunia tentang segala kejahatan Zionisme. Bahkan ada di antara mereka yang kembali ke Islam dan menjadi pejuang-pejuang tangguh di jalan Allah SWT.

Dan juga sebuah sunnatulah, ada pula orang-orang yang bukan bagian dari mereka, bukan kaum Yahudi, yang menjadi pengikut kelompok iblis ini dan melayani kepentingan mereka dengan imbalan duniawi yang bersifat sesaat. Mereka, bersama-sama kelompok Zionis, bahu-membahu memerangi dan menghancurkan agama-agama langit yang ada. Saat ini, salah satu bagian dari mereka dengan bangga menamakan diri sebagai kaum liberalis. Mereka mengaku beragama, namun sesungguhnya dari dalam menghancurkan agama itu sendiri. Bahkan di Indonesia, mereka dengan berani memproklamirkan eksistensi mereka dan menjabarkan program-programnya.
________________________________________________________________________________

Reference : Eramuslim digest, Genesis of Zionism (Jejak Berdarah Yahudi Sepanjang Sejarah)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Zionism Menurut Rabbi Yahudi [1]"

Posting Komentar