Kematian Nabi Zakaria dan Nabi Yahya [13]

Herodes dan Herodia

Suatu hari, Yahya mendengar Raja Herodes jatuh cinta dan akan menikahi Herodia, seorang gadis cantik yang masih berkerabat dekat dengannya. Menurut Taurat Musa yang juga dibenarkan oleh kitab suci al-Qur’an beberapa abad kemudian, antara Herodes dengan Herodia haram terikat tali pernikahan karena masih sedarah. Namun Herodes tidak mengindahkan Taurat dan tetap bersikeras akan mengawini Herodia. Herodia pun agaknya suka kepada Herodes.

Mendengar hal itu, Yahya dengan penuh keberanian menyatakan bahwa perkawinan Raja Herodes dengan Herodia tidak dibenarkan oleh agama ketika itu dan bertentangan dengan Taurat. “Demi Allah, perkawinan itu tidak akan pernah saya akui dan saya akan tentang sekeras-kerasnya!” ujar Yahya.

Ada beberapa versi mengenai hubungan kekerabatan antara Herodes dengan Herodia. Menurut Abdullah bin Zubair, Herodia atau Harduba itu adalah anak Herodes itu sendiri. Sedang menurut as-Suddy, gadis itu adalah anak isterinya (anak tirinya) sendiri. Sedang menurut Ibnu Abbas, gadis itu adalah anak dan saudara lelaki dan Herodes sendiri. Hukum Taurat sama dengan hukum al-Quran yang sekarang ini, bahwa hal itu merupakan terlarang untuk pernikahan.

Keputusan Yahya membuat Herodia bersedih. Dia sudah bermimpi akan menjadi permaisuri yang disanjung-sanjung. Akhirnya timbul niat jahat dalam dirinya untuk merayu Yahya dan berbuat maksiat dengannya, agar nanti jika hal itu sudah terlaksana, Herodia mendapat alasan jika Yahya menyukai dirinya sebab itu melarang dirinya menikahi Herodes.

Namun Yahya tidak bergeming sedikit pun. Dia malah mengusir Herodia yang sudah merayunya dengan segala cara. Kepada Herodia, Yahya mengatakan jika Taurat menyatakan bahwa orang yang melakukan zina akan disiksa di hari kiamat dan berbau lebih busuk daripada bangkai. Mendengar hal itu Herodia marah dan malu. Semua lelaki di wilayah kerajaan sangat menginginkan dirinya, tetapi Yahya dengan tegas menolaknya mentah-mentah.

Kematian Nabi Yahya

Gagal merayu Yahya untuk berbuat zinah, akhirnya Herodia mendatangi Herodes dan berkata, “Jika engkau sungguh-sungguh cinta padaku, aku ingin satu bukti: Bunuhlah Yahya bin Zakaria!” Herodes merupakan anak dari The Great Herodes yang berkuasa sebelumnya. The Great Herodes merupakan raja lalim yang telah membunuh ratusan nabi dan orang-orang shalih di negerinya. Tidak heran jika anaknya, Herodes, mempunyai perangi yang sama dengan ayahnya.

Atas perintahnya, Yahya kemudian ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Herodia belum puas dan ingin melihat Yahya mati dengan cara yang mengenaskan. Akhirnya Herodes yang memiliki para penasehat kerajaan dari Imam-Imam Yahudi- Kabbalis, mengambil keputusan untuk memenggal leher Yahya. Kepala Yahya a.s. yang telah pisah dengan tubuhnya diletakkan di sebuah nampan dan dipersembahkan kepada Herodia. Melihat hal itu barulah Herodia puas dan tersenyum lebar

Nabi Zakaria pun Dibunuh

Mendengar kematian anaknya yang sangat disayang, Nabi Zakaria a.s. sangat bersedih hati. Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain memanjatkan doa kepada Allah. Tidak lama kemudian Zakaria mendengar bahwa tentara Herodes akan membunuhnya pula. Dengan sisa tenaga yang masih ada, Zakaria melarikan diri. Usianya yang sudah sangat lanjut menyebabkan dia tidak bisa lagi berlari jauh. Zakaria lalu bersembunyi di sebuah pokok pohon besar di sebuah klebun di dekat kota Yerusalem.
Kematian Nabi Zakaria

Konon, saat Zakaria masuk ke dalam kebun, sebuah pohon yang teramat besar membuka dirinya dan mempersilakan Zakaria masuk ke dalamnya untuk bersembunyi. Tentara Herodes yang mengejar Zakaria mengepung rapat kebun tersebut. Mereka memilah pokok-pokok pohon untuk mencari Zakaria, namun setelah lama mencari, Zakaria tidak ditemukan juga.

Tentara Herodes lalu menyampaikan berita kepada rajanya bahwa Zakaria bagaikan hilang ditelan bumi di sebuah kebun dekat Yerusalem. Raja Herodes segera memanggil para Imam dan pendeta Yahudi-Kabbalah dan menyampaikan kejadian tersebut. Para Imam dan Pendeta Yahudi tersebut lalu meminta tolong kepada iblis lewat suatu ritual agar memberitahukan tempat persembunyian Zakaria. Atas pertolongan iblis inilah, maka tentaranya Herodes mengetahui jika Zakaria bersembunyi di dalam sebuah pohon yang paling besar.

Mereka segera menemukan pohon yang paling besar dan membelahnya menjadi bagian-bagian kecil. Nabi Zakaria yang berada di dalamnya pun menemui ajal dengan kondisi yang amat mengenaskan.

Hukuman Dari Allah

Dengan kematian Nabi Yahya dan Nabi Zakaria, Allah kemudian menimpakan bencana demi bencana kepada Bani Israil yang terus-menerus melakukan kemaksiatan dan kezaliman di muka bumi. Bencana tersebut antara lain adalah serangan besar tentara Nebukadnezar dari Babylonia dan serangan dari Titus (Roma) yang menghancurkan kerajaan Herodes.
Titus dan Nebukadnezar
Alah berfirman dalam kitab suci al-Qur’an surat Al-Israa, ayat 48:

“Dan Kami (Allah) putuskan (takdirkan) bagi Bani Israil dalam Kitab itu: Sesungguhnya kamu akan mengadakan kerusakan di bumi dua kali (berulang ulang), dan sesungguhnya kamu akan sombong dengan sebesar-besar kesombongan. Maka apabila datang perjanjian yang pertama dari yang dua itu, kami utus untuk menunjuki kamu, hamba hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang sangat, lalu mereka bersimaharajalela di seluruh negeri, dan adalah perjanjian itu sudah dilakukan. Kemudian Kami kembalikan kepada kamu kekuasaan atas mereka dan Kami beri kepada kamu harta dan anak, serta Kami jadikan kamu menjadi bilangan yang banyak (kembali). Jika kamu berbuat kebajikan, berarti kamu berbuat kebajikan bagi dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat kejahatan, bererti kamu berbuat kejahatan bagi dirimu. Maka apabila datang perjanjian yang akhir (Kami utus mereka) supaya mereka membusukkan akan muka muka kamu (merusak dan mengalahkan kamu), dan supaya mereka masuk ke dalam Masjid (maksudnya Baitul Maqdis), sebagaimana mereka sudah masuk ke dalamnya pertama kali, dan supaya mereka binasakan kamu selagi mereka berkuasa. Mudah mudahan Tuhan kamu mengasihi kamu, dan jika kamu kembali, Kami akan kembali (menyiksamu), dan Kami jadikan Jahannam bagi orang orang kafir sebagai kurungan.”
_____

Reference
(Era Muslim)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kematian Nabi Zakaria dan Nabi Yahya [13]"

Posting Komentar