Kitab Hitam Talmud [14]
Taurat merupakan kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Musa
a.s.
guna menuntun Bani Israil, umat Nabi Musa a.s., kembali ke jalan
yang lurus.
Namun Bani Israil lebih menyukai kesesatan. Mereka menentang
dan menolak
ajakan Musa untuk menyembah Tuhan yang satu dan lebih
mempercayai
Samiri yang mengajak mereka menyembah patung sapi betina.
Taurat
Musa mereka anggap tidak lengkap dan sebab itu harus direvisi dan
dibuat
sebuah kitab suci lagi yang lengkap memuat perintah Tuhan kepada
bangsa Yahudi,
lebih tinggi, lebih abadi, dan sebab itu lebih suci. Maka
lahirlah Talmud. Apakah Talmud
itu?
Guru Besar Sejarah dan
Peradaban Islam Fakultas Darul ‘Ulum, Kairo, Prof. Ahmad
Syalabi
menulis, “Taurat bukanlah satu-satunya kitab suci bagi bangsa Yahudi,
tetapi ada
riwayat-riwayat lain yang disampaikan dan dibawa oleh para
pendeta-pendeta Yahudi secara turun temurun. Riwayat-riwayat inilah yang
kemudian dikenal dengan Talmud.”
Pakar peneliti Talmud, Dr. Augutst Rohling menyatakan, “Kaum Yahudi meyakini
bahwa Talmud adalah lebih suci ketimbang Taurat” (al-Kanz al-Marshud, Bab II).
Bahkan
Dr. Joseph Barcklay dengan tegas menyatakan jika seluruh bagian
dari Talmud merupakan
pengingkaran terhadap Taurat Musa (Hebrew Literature, hal.40).
Dalam
Babha Metsia, volume 33a, salah seorang Pendeta Yahudi berkata,
“Orang
yang mempelajari Taurat berarti telah melakukan sebuah keutamaan
yang tidak layak
diberi imbalan, orang yang mempelajari Mishnah berarti
telah melakukan sebuah keutamaan yang layak diberi imbalan, sedangkan
orang yang mempelajari Gemara berarti
telah melakukan sebuah keutamaan
yang paling besar.”
Bahkan Rabbi Roski dalam Erubin Volume 216 menulis, “Jadikanlah perhatianmu
kepada ucapan-ucapan para Rabbi (Talmud) melebihi perhatianmu kepada syari’at Musa
(Taurat).”
Kitab Shaghijan pun menulis, “…Tak ada ampun bagi siapa saja
yang
meninggalkan Talmud dan hanya mempelajari Taurat, karena ajaran
para Rabbi lebih
utama dari ajaran Musa.”
Talmud Palestina dan Babylonia
Ada
berbagai kitab yang dianggap merupakan bagian dari Talmud. Namun ada
dua
kitab aras utama yakni Talmud Palestina dan Talmud Babylonia. Talmud
Babylonia
yang merupakan Talmud yang dibuat oleh para pendeta Yahudi di
Babylonia dan isinya
memaparkan secara panjang lebar dan dengan bahasa
yang dimengerti semua pihak
dari isi Talmud Palestina, yang hanya
dimengerti oleh kalangan terbatas karena memiliki
kunci-kunci yang pelik
dan bahasa yang rumit. Sebab itu, Talmud Babylonia sampai
sekarang
dianggap sebagai Talmud yang paling otoritatif dan dipakai oleh kaum
Zionis-
Yahudi sampai sekarang.
Zionis-Yahudi sangat mempercayai
Talmud yang diyakininya berasal dari perkataan
Tuhan Yahweh kepada
Musa. Bahkan Talmud dianggap lebih suci ketimbang Taurat
Musa, karena
mereka meyakini jika Tuhan Yahweh mengalami kesulitan dalam sesuatu hal
atau sesuatu urusan, maka Tuhan Yahweh akan berkonsultasi dengan para
Rabi
Yahudi, bukan dengan Musa. Sebab itu kedudukan Rabi Yahudi tinggi,
lebih otoritatif,
lebih mulia, ketimbang Musa a.s.
Padahal, menurut seorang filsuf yang juga Rabi Tertinggi bangsa Yahudi pada
zamannya, Rabi Maimonides (Moses bin Maimon, 1190 M),
bangsa Yahudi
sesungguhnya tidak pernah bisa memastikan dengan tepat
satu pun doktrin dari Talmud karena sejarahnya yang sangat kacau-balau.
Maimonides berkata, “Sejak zaman
Nabi Musa dulu sampai zaman Rabi Judah
Hanasi (135-220 M), para pendeta Yahudi
tidak pernah sepakat tentang kebenaran satu doktrin pun yang ada pada ‘Undang’undang
lisan’ (Talmud)
yang diajarkan secara terbuka. Para pemimpin agama Yahudi atau
nabi
dari setiap generasi menulis beberapa catatan tentang kitab
tersebut berdasarkan kepada
apa-apa yang ia dengar dari guru-guru
pendahulunya untuk disampaikan kepada
kaumnya.”
Maimonides
melanjutkan, “Demikianlah, setiap rabi menulis
catatan-catatannya
sendiri sesuai dengan kemampaun masing-masing. Hal
ini berlangsung sekian lama
sampai datang masa Rabi Judah Hanasi;
catatan-catatan yang banyak dan tersebar di
mana-mana itu dikumpulkan,
dan dari seluruh catatan tersebut dirangkumnya dan
dibagi-bagi dalam
perkara hokum, tradisi, keputusan, dan lain-lain dan
dijadikannya
sebagai sebuah kitab undang-undang.”
Kitab Iblis
Hampir
seluruh isi dari Talmud merupakan ajaran iblis yang intinya
mengklaim
jika hanya bangsa Yahudi-lah yang merupakan manusia, kekasih
dan bahkan Guru dari
Tuhan, bangsa terpilih, dan bangsa kuat yang mampu
mengalahkan Tuhan dalam banyak urusan, sedangkan bangsa selain Yahudi
adalah ghoyim atau gentiles yang dianggap bukanlah
manusia, melainkan
binatang.
Inilah yang dipercaya dan diyakini oleh Zionis-Yahudi
sampai sekarang. Sebab itu,
mereka selalu bekerja demi kepentingan
golongan mereka dan sama sekali tidak sudi
untuk berkompromi menyangkut
kepentingan mereka. Bangsa-bangsa selain Yahudi
seharusnya mengetahui
ini dan sebab itu sama sekali jangan pernah mau berunding
dengan kaum
Zionis-Yahudi karena mereka dipastikan akan berkhianat. Sejarah
panjang
kemanusiaan telah membuktikan hal ini.
Karena begitu
buruknya, maka banyak kalangan dari para peneliti Talmud
menegaskan
bahwa Talmud merupakan kitab hitam iblis yang sangat tidak layak
disebut
sebagai kitab suci. Namun inilah yang menjadi dasar ideologi
kaum Zionis sampai
sekarang.
Beberapa isi KITAB SETAN TALMID
"Hanya
orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang
non Yahudi
bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerithuth 6b
hal.78, Jebhammoth
61a
“Terhadap seorang non Yahudi tidak menjadikan orang Yahudi
berzina.
Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina
dengan
Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi
tidak
termasuk.” (Talmud IV/4/52b)
“Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani
orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)
“Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil
mungkin.” (Zohar II, 4b)
“Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi
yang sakit.” (Orach Chaiim 57, 6a)
“Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi,
melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi.” (Talmud IV/8/4a)
Di mana saja mereka (orang-orang Yahudi) dating, mereka akan
menjadi pangeran raja-raja.” (Sanhedrin 104a)
“Tidak ada isteri bagi non-Yahudi, mereka sesungguhnya bukan
isterinya.” (Talmud IV/4/81 dan 82ab)
“Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi.” (Zohar I, 168a)
“Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus
membagi keuntungannya.” (Choschen Ham 183, 7)
“Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika
mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)
“Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama
kali menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)
“Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah
palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.” (Babha
Kama 113a)
“Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki;
dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah
memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)
“Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi
dan menipunya.” (Talmud IV/1/113b)
“Orang Yahudi boleh mempraktekan riba terhadap orang non-Yahudi.”
(Talmud IV/2/70b)
“Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) datang,
semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin)
________________________________________________________
Reference
: Muqaranatul Adyan: Al-Yahudiyah, 1990, Era Muslim, Hebrew Literature,
sebuah pengantar oleh Dr. Joseph
Barcklay, hal.13, al-Kanz al-Marshud,
Bab II, )
“Sesungguhnya di antara mereka ada
segolongan orang
yang memutar-mutar lidahnya
membaca al-Kitab, agar kamu menyangka
bahwa
yang dibacanya itu adalah sebagian dari al-Kitab,
padahal ia bukan
dari al-Kitab, dan mereka juga
mengatakan, “Ia (yang dibaca itu datang)
adalah dari
sisi Allah,”padahal ia bukanlah dari sisi Allah.
Mereka
telah berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka
mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran: 78)

0 Response to "Kitab Hitam Talmud [14]"
Posting Komentar