NICEA 325: YESUS DISAHKAN JADI TUHAN [16]

Dalam hidupnya, Yesus atau Nabi Isa a.s. tidak pernah mengklaim diri sebagai tuhan. Apalagi meminta umatnya untuk menyembah dirinya. Bahkan dalam Injil, ketika Yesus disalib, dia meminta pertolongan pada tuhan, “Eli! Eli! Lama sabakhtani!” (“Tuhan! Tuhan! Kemanakah Engkau!”)

Kehadiran Nabi Isa yang ingin menegakkan Taurat Musa a.s. dihalang-halangi oleh para Imam Yahudi yang tergabung dalam kelompok Sanhendrin yang telah mereguk kenikmatan kekuasaan bersama dengan para penguasa Roma yang korup dan bergeliamng dalam pesta-pesta birahi. Ajaran Nabi Isa yang memandang semua manusia sederajat, egalitarian, dianggap ancaman besar bagi status-quo mereka. Sebab itulah, Yesus difitnah, diburu, dan dibunuh oleh mereka.

Sepeninggal Yesus, ajaran Taurat Musa yang hendak dihidupkan digelapkan bahkan dibuat berbagai penafsiran menurut ini dan itu. Sehingga di abad pertama saja telah ada ratusan versi Injil yang masing-masing memiliki pengikutnya. Dari ratusan Injil tersebut, bisa dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan satunya lagi menganggap Yesus hanyalah seorang Nabi utusan Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri.

Kelompok pertama yang menganggap Yesus sebagai Tuhan disebut kelompok Trinitas. Sedangkan kelompok kedua yang memegang erat ketauhidan dalam kekristenan awal disebut kelompok Unitarian. Inilah dua kelompok besar yang saling berhadap- hadapan dalam sejarah awal gereja.
Sekte Yahudi Yang Bertauhid vs Yahudi Kabbalah

Yesus sesungguhnya hanya diutus kepada kaum Bani Israil dan tidak membawa risallah baru. Yesus ditugaskan untuk meluruskan penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan Bani Israil agar kembali ke dalam ketauhidan seperti yang telah tercantum dalam Taurat Musa. Sebab itulah, sepeninggal Yesus dan para sahabat, tidak ada kelompok penganut Kristen dalam jumlah besar. Yesus dan para sahabatnya memang tidak membawa syariat baru, selain menegakkan hukum Taurat Perjanjian Lama. Kekristenan saat itu tidak dianggap sebagai agama yang berdiri sendiri namun dimasukkan ke dalam salah satu sekte Yudaisme Yahudi.

Penyimpangan dalam kekristenan dimulai ketika seorang Yahudi dari Tarsus bernama Paulus mulai menyebarkan ajaran Yesus ke kalangan non-Bani Israil. Sebelum Paulus hadir, para pengikut Yesus mengikuti segala ritual Yudaisme seperti khitan, mensucikan hari Sabtu (Sabbath) sebagai hari khusus untuk beribadah, dan sebagainya. Namun Paulus mengubah semuanya dan dalam Konsili Yerusalem tahun 49 M Paulus berhasil membuang ritual-ritual Yudaisme tersebut. Upaya yang dilakukan Paulus mendapat tentangan dari banyak pengikut Yesus.
Mereka menyatakan Paulus telah melakukan heresy (penyesatan).

Saat itu kelompok Paulus merupakan minoritas dan berjalan hingga tahun 70 M. Kelompok penjaga kemurnian ajaran Yesus dipimpin oleh Jacques, yang dipercaya masih memiliki hubungan darah dengan keluarga Yesus. Dia didampingi oleh Petrus dan Yohanes (Nabi Yahya a.s.). Kerabat Yesus memegang peranan penting dalam menjaga kemurnian Taurat Musa.

Namun sejak pemberontakan Yahudi terhadap Romawi dan jatuhnya Yerusalem pada 70 M, keadaan menjadi terbalik. Ajaran Paulus yang didukung para pendeta dan Imam Yahudi makin populer. Ajaran ini makin lama makin jauh dari keasliannya dan berkembang menjadi sebuah agama yang sama sekali baru. Perseteruan pun kian tajam dan umat Yesus terbelah dalam ratusan sekte-sekte kecil dengan Injilnya masing-masing.

Taurat Musa yang merupakan risalah yang diemban oleh Nabi Isa atau Yesus jelas menyatakan bawl konsep ketuhana adalah Yang Maha Esa (Monotheisme), namun menurut Paulus, tuhan itu bersifat dualistik yakni Tuhan Bapak dan Tuhan Anak. Para pendeta memberikan jawabannya masing-masing sesuai dengan tingkat pemahamannya terhadap kekristenan tentang konsep ketuhanan. Mereka juga terbelah menjadi dua: Tauhid dan anti-Tauhid.

Dr. Muhammad ataur Rahim dalam bukunya “Jesus a Prophet in Islam” (London, 1979) banyak mengungkap tentang keberadaan kaum Arian ini. Kaum arian yang menolak ketuhanan Yesus dipimpin oleh Arius (270-350 M) seorang Prebyster (Imam Kecil) di Iskandariyah. Menurut Arius, Yesus Kristus itu makhluk, sedangkan sifat-sifat ketuhanan yang ada pada dirinya bukan sifat yang hakiki, melainkan anugerah dari Tuhan. Arius mendapat dukungan dari Mesir, Palestina, Nocimedia, Maradonia, Assiut, dan bahkan Patriarch Konstantinopel. Lawan Arius yang paling keras adalah Anathasius, Uskup Iskandariyah.

Kontroversi ini membuat Kaisar Konstantin mengumpulkan para Patriarch dan Uskup di seluruh negeri sebanyak 2.018 orang untuk bersidang di Nicaea (325 M). Ini adalah konsili Oikumenis pertama dalam sejarah kekristenan, untuk membicarakan Yesus itu Tuhan atau bukan. Dalam konsili, 1.700 uskup sepaham dengan Arius. Sisanya sejalan dengan Athanasius. Namun Konstantin enggan mengambil keputusan karena dirinya merupakan pendukung Trinitas. Konsili pun dibubarkan.

Namun, setelah itu, Konstantin mengumpulkan para uskup pro-Athanasius. Lewat pemungutan suara rekayasa, Konstantin memenangkan ajaran Athanasius yang benar dan dijadikan ajaran resmi di Roma. Namun Konsili Nicaea belum sepenuhnya merumuskan konsep trinitas. Baru pada konsili Konstantinopel (381 M) dan Konsili Chalcedon (451 M), Roh Kudus ditetapkan sebag ai Tuhan. Maka lengkaplah Trinitas.

Konstantine sebenarnya hendak menyatukan ajaran Kabbalah- Paganisme Roma yang bersumber pada penyembahan Dewa Matahari ke dalam kekristenan. Upayanya mendapat dukungan dari para Imam Yahudi yang memang telah lama memusuhi Taurat Musa. Sebab itu, kekristenan sekarang ini sangat kental diwarnai dengan ajaran pagan Mithraisme yang dipercaya merupakan perantara antara Tuhan dan Manusia. Mithras, Tuhan pra Kristen, lahir dan mati tanggal 25 Desember. Tanggal ini juga merupakan kelahiran Dewa Osiris Mesir, Dewa Adonis Syiria, Dewa Bel Astarte Babylonia, dan Dewa Dionysus. Lord Headly melihat ada persamaan antara kepercayaan Kristen sekarang terhadap Yesus dengan kepercayaan orang Yunani terhadap Apollo, dan orang Romawi terhadap Hercules.

Arius sendiri dibuang ke sebuah pulau. Sedangkan Anathasius dan Konstantin sendiri di akhir hayatnya akhirnya mengakui jika dogma Unitarian dan menyatakan Trinitas sebagai paham yang tidak berdasar. Sampai sekarang, dunia Kristen tidak pernah bisa dengan jernih menjelaskan tentang Trinitas.
_____
Era Muslim

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "NICEA 325: YESUS DISAHKAN JADI TUHAN [16]"

Posting Komentar