Jangan Sampai Membuta [End]

Masih banyak manusia tidak mengetahui sejarah peradaban dan kebudayaan sepanjang hidup yang sudah menebar luas di segala penjuru dunia. Jika sejarah musnah, Kita tidak akan tau sebab kenapa dua agama besar—yakni Nasrani dan Yahudi— yang diantara lainnya sudah terkontaminasi oleh tangan-tangan para konspirator. Kejamnya konspirasi, membuat Dunia malah semakin dibingungkan dan menjauh dari yang sebenarnya.

Jasmerah sudah mengupayakan semaksimal mungkin mencari berbagai sumber terkait dengan zionism, dan akhirnya tercapailah hanya sampai part 19. Sebenarnya bayak sekali peristiwa besar dan rahasia terselubung dibalik semua kejadian yang ada didunia hingga sekarang. Terutama di Indonesia.

Indonesia pun sejak zaman penjajahan belanda sudah disusupkan jaringan Yahudi-Zionism yang tergabung dalam organisasi Freemasonry (Vrijmejselarij). Programnya tidak jauh berbeda dengan pembentukan pemerintahan baru dibawah pimpinan iblis Laknatullah. Pendirian beberapa Loji (Lodge) di Indonesia, tempat ritual penyembahan setan dan pengorbanan (Sacrifice) manusia dengan imbalan Harta, Ketenaran dan pengaruh, menjual jiwanya pada iblis demi kemewahan dunia.

Freemason di Indonesia sudah ada sejak penjajahan belanda. Aliran mereka sama sakali tidak mementingkan agama, Tetapi Humanity (kemanusiaan), Okultisme berbau mistis,Theosofi Atheisme, dan Paganisme. Budaya Indonesia masih sangat kental dengan Dinamisme dan Animisme, maka dari itulah sangat mudah disusupi Freemason. Kemudian Rotary Club, dibentuk bertujuan simpatinya kepada berbagai negara untuk hal kemanusiaan saja, tak ada nilai-nilai tuhan dan agama, malah membencinya dengan berkedok toleransi Monoteisme (Percaya satu tuhan)

Ki Hadjar Dewantara dari Boedi Oetomo, tokoh Bapak pendidikan yang pernah menjabat sebagai mentri pendidikan pertama di Indonesia merupakan anggota dari Freemasonsry. Jika kita berjumpa di tanggal 2 mei, itulah hari peringatan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional), bertepatan juga dengan hari lahirnya Dewantara. Beliau mendirikan sekolah bernama Taman Siswa bagi anak-anak bangsa Indonesia yang berdiri pada tahun 3 juli 1922 di Yogyakarta. Tetapi yang diajarkan di Taman Siswa ini bukanlah pendidikan agama Islam, malah menghasut mereka menumbuhkan jiwa Kemanusiaan dan Kebatinan. Sekolah yang dibentuk Dewantara sangat berbahaya menurut K.H Achmad Dahlan. Akhirnya Ahmad Dahlan mendirikan sekolah untuk menyelamatkan bangsa dari pengaruh mara bahaya Freemason, yaitu Madrasah Muhammadiyah yang menanamkan nilai agam islam, sangat berbalik dengan Taman Siswa.

Taman Siswa sama sekali tidak mengajarkan nilai-nilai tuhan dan agama, Tetapi kemanusiaan, Theosofi, dan nilai sekulerisme. Maksud dari kemanusiaan ialah sama halnya atheisme, menjunjung tinggi nilai manusia seorang dirinya sebagai citra manusia baik dari hati nurani terdalamnya tanpa kolaborasi nilai agama. Mendidik anak-anak bangsa menjadi fondasi paham antipati dan membenci agama islam, menumbuhkan jiwa sekularisme dan theosofi.

Sejarah menyebutkan juga R.A Kartani, tokoh kalangan Priyai Jawa, orang islam, pernah bergabung kedalam organisasi Freemason, dan beliau pernah menyebutkan ”Tuhan kami adalah nurani, neraka dan surga kami adalah nurani. Dengan melakukan kejahatan, nurani kamilah yang menghukum kami. Dengan melakukan kebajikan, nurani kamilah yang memberi kurnia.” Beliau pun menulis buku berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang", Tapi sayangnya buku inspirasi tersebut difungsikan juga oleh Freemason sebagai ceramah motivasi dihadapan anggotanya.

Buku yang di tulis Kartini ialah kumpulan surat-surat yang ditujukan kepada sahabat penanya. Namun ada kejanggalan jika Kartini tidak menggambarkan Wanita Muslimah yang sebenarnya, apakah benar? Wallahualam Bishawaab. Isi bukunya ialah ;

"Tahun-tahun datang dan mereka kemudian pergi… Kami bernama orang-orang Islam karna kami keturunan orang-orang Islam, dan kami adalah Islam hanya pada sebutan belaka, tidak lebih. Tuhan, Allah, bagi kami adalah seruan, adalah bunyi tanpa makna. Demikianlah kami hidup terus sampai terbitlah matahari yang akan mendatangkan pergulingan di dalam kehidupan rohani kami." (Surat 15 Agustus 1902 kepada E.C Abendanon)

"Agama yang sesungguhnya adalah kebatinan, dan agama itu bisa dipeluk baik sebagai Nasrani maupun Islam" ( Surat 31 Januari 1903)

Jelas juga jikalau Isi bukunya berbau Theosofi (Kebatinan)

Syekh Siti Jenar, seorang tokoh Tasawuf setelah zaman Wali Songo di Indonesia, dalam ajarannya disebutkan "Jiwa yang bersifat kekal, atau langgeng setelah manusia mati adalah suara hati nurani yang merupakan ungkapan dari Zat Tuhan dan penjelmaan dari Hyang Wididi (Tuhan yang kuasa penuh) dalam jiwa, sedangkan raga adalah wajah Hyang Widi yang harus ditaati perintahnya" Dan dia mengakui dirinya sebagai illahi yang mengetahui segala-galanya sebelum terucapkan, melebihi mahluk lain. ini sama halnya manusia itu bagian dari Tuhan, Sudah jelas salah dan menyimpang ajaran islam, akhirnya dia dikucilkan oleh kaumnya. Nah, tokoh Freemason sangat mengenali tokoh ini, menyamakan tuhan dengan kekuatan-kekuatan dan hukum alam semesta (Panteisme).

Jenar pernah mengkritik para Ulama yang salah mendidik santri dengan khayalan Surga dan Neraka setelah kehidupan di Dunia telah berakhir. Menurutnya Surga dan Neraka itu membuat paksaan akal budi manusia terpaksa untuk beramal baik. Surga dan neraka itu tak ada di kehidupan selanjutnya, karena setelah mati, ruh manusia akan bersatu dengan Allah, "Aku adalah Allah, Allah adalah Aku." dan sholat Lima kali sehari tidak ada gunanya untuk memohon rezeki, karena orang tidak sholat pun Allah tetap memberi Rezeki.

Masih banyak lagi sejarah-sejarah pada masa Freemason Di Indonesia yang bergerak hangat di berbagai wilayah, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan lain-lain, terutama sektor Pulau Jawa karena masih kuat pengaruh Animisme dan Dinamisme, Islam-Kejawen yang masih tercampur adat-istiadat, dan Muslimin Abangan yang tidak sungguh-sungguh mencapai Hakikatnya.

Begitu banyak Tokoh-tokoh dan kesukuan yang terpengaruh Mason. Ki Hadjar Dewantara, R.A Kartini, Radjiman Widyodiningrat, Boedi Oetomo, PKI, Sultan Abdul Hamid II, Paku Alam, Snevileet, dan lain-lain sampai Presiden Gus Dur mencabut Ketetapan MPR berhentinya keberjalanan Yahudi

Lalu? Jangan Sampai Membuta. Buta sejarah sama halnya hilanglah semangat gelora, kebesaran emas bangsa tidak akan berarti apa-apa, dan hipokritis selama hidupnya berkedok benar akhirnya terungkap jahat.

Wallahualam Bishawaab :)

_____

Reference :
Surat kepada E. C Abendanon, 15 Agustus 1902
Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara (Artawijaya)
KH. Muhammad Sholikhin,Ternyata, hlm. 44-47.[13]Ibid.,hlm. 47-48
Habis gelap terbitlah terang (Arjimin Pane)
Surat 15 Agustus 1902 kepada E.C Abendanon)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jangan Sampai Membuta [End]"

Posting Komentar