Bank Sentral Inggris dan Utang sebagai Alat Penjajahan [4]

Beberapa orang menyangka jika pendirian Bank of England bank sentral pertama di dunia, juga akibat campur tangan dari Dinasti Rothschild. Anggapan ini sebenarnya tidak tepat karena Rothschild I sendiri baru lahir di Bavaria pada tahun 1743, sedangkan Bank of England berdiri pada 27 Juli 1694.

Sebelum Dinasti Tameng Merah lahir, jaringan Luciferian yang terdiri dari tokoh-tokoh Yahudi berpengaruh dunia yang dikenal dengan istilah "Para Konspirator", para pewaris Templar, Orde Militeris yang kaya-raya, telah mencanangkan untuk menguasai England yang menjadi Inggris sekarang dengan strategi lidah ular:

Pertama, merekayasa pernikahan keluarga raja Inggris sehingga nantinya para Raja Inggris berdarah Yahudi, dan yang kedua lewat provokasi perang melawan Perancis agar Inggris memerlukan uang yang banyak di mana pihak Konspirasi akan memberi utang kepada Raja Inggris. Dengan utang, diharapkan kerajaan besar itu akan takluk.

Inilah fakta sejarah jika jaringan Yahudi Dunia sejak dulu telah menggunakan utang sebagai alat penakluk suatu negeri. Sekarang, Indonesia yang kaya-raya, juga telah ditaklukkan dan dijajah oleh utang. Para tokoh Neo-Liberal di negeri ini yang gemar mengundang utang imperialis masuk ke negeri ini merupakan pelayan -pelayan kepentingan Luciferian. Banyak orang yang mengaku Islam menjadi pendukung kelompok Luciferian ini disebabkan mereka malas berpikir sehingga mudah ditipu mentah-mentah.

Perjalanan para Konspirator dalam menaklukan Kerajaan Inggris diawali dari suatu pertemuan sejumlah petinggi ordo Kabbalah di Belanda. Mereka menggelar pertemuan dan sepakat untuk menguasai Tahta Kerajan Inggris sepenuhnya dengan cara menurunkan Dinasti Stuart dan menggantikannya dengan seseorang yang mereka bina dari Dinasti Hanover dari Istana Nassau, Bavaria.

Kala itu, Tahta Kerajaan Inggris tengah diduduki King Charles II (1660-1685). Raja Inggris ini masih kerabat dekat Duke of York. Mary adalah anak sulung dari Duke of York. Diam-diam, kelompok Konspirator mengatur strategi agar Mary yang masih gadis itu bertemu dengan 'Sang Pangeran' bernama William , salah seorang pangeran kerajaan Belanda dan pemimpin pasukan kerajaan. Mary dan William Il pun bertemu dอn saling tertarik. Pada tahun 1674 mereka menikah. Tahun 1685 King Charles II meninggal dan digantikan oleh James l yang memerintah sampai tahun 1688.

Dari hasil perkawinanan antara William l dan Mary, lahir seorang putera yang kemudian dikenal sebagai William II, yang kemudian menikah dengan seorang puteri dari King James I bernama Mary IL William Ill yang berdarah campuran antara Dinasti Stuart dengan Dinasti Hanover ternyata menurut kelaziman tidak bisa menjadi Raja Inggris disebabkan ia bukan berasal dari garis keturunan laki -laki Inggris, melainkan dari garis perempuan. Mary , isterinyalah, yang lebih berhak menyandang gelar Queen.

Glorious Revolution
Glorious Revolution
Di sinilah para petinggi Yahudi melancarkan konspirasi dengan mengobarkan 'Glorious Revolution' dan akhirnya berkat Partai Whig yang melakukan kerjasama diam diam dengan tokoh-tokoh Yahudi dan Partai Tory yang bersikap pragmatis, revolusi tanpa darah ini berhasil menaikkan William I sebagai Raja Inggris. Beberap tahun sebelumnya, lewat tangan Oliver Cromwell, kekuatan Yahudi juga telah 'menyikat' King Charles dan menguasai lembaga-lembaga keuangan di kerajaan itu. Dengan berkuasanya William I, maka Inilah awal hegemoni Dinasti Hanover bertahta di Kerajaan Inggris sampai sekarang. Apalagi Dinasti Windsor yang berkuasa di Kerajaan Inggris sekarang merupakan keturunan langsung dari King EdwardI (Prince of Wales) yang merupakan keturunan Hanover.

Pada tahun 1689, Raja Inggris, King William mendirikan Loval Orange Order yang begitu fanatik mendukung gerakan pembaruan Gereja yang dipimpin Martin Luther. Ordo ini menyatakan dengan tegas akan menjadikan Inggris sebagai basis bagi gerakan Protestan. Pernyataan ini memiliki pesan yang jelas terhadap Gereja Katolik: "Kami akan melawanmu!"

Sejarah memang telah mencatat jika Gereja Katholik merupakan musuh bebuyutan para Templar. Para Templar, dan juga para pewarisnya seperti kaum Mason dan Rosikrusian, masih sangat ingat bagaimana Paus Clement V berkomplot dengan King Philip V dari Perancis pada Jumat, 13 Oktober 1307, menumpas dan membantai Templar dari seluruh Eropa Perlawanan dan penghancuran Gereja (Katolik Roma) merupakan salah satu tujuan utama kelompok Luciferian ini yang berasal dari dendam sejarah yang kesumat.

Bank of England Loyal Orange Order sampai hari ini masih bertahan di Irlandia Utara dengan jumlah anggota tak kurang dari angka 100 ribuan Kelompok nil yang senantiasa mengobarkan api permusuhan terhadap kaum Katolik sehingga sampai sekarang kehidupan masyarakat di sana tidak pernah sepi dari konflik Protestan-Katolik.

King William sendiri menceburkan diri dalam peperangan melawan Perancis yang mayoritas Katolik. Inggris menderita kerugian yang banyak. Utang pun menumpuk. Inilah awal berdirinya Bank of England sebagai bank sentral swasta pertama di dunia, seperti yang telah disinggung di muka.

William G. Carr dalam bukunya "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Alkau tsar, 1991) mencatat kronologi perjalanan petualangan Oliver Cromwell sebagai kaki tangan tokoh Yahudi-Inggris setelah kematian King Charles I pada 30 Januari 1649 sampai 1689, William of Orange atau William II dan Queen of Mary keduanya Protestan-mengukuhkan diri sebagai Raja dan Ratu Inggris. Sementara itu James II kabur lagi ke Irlandia, sebuah wilayah Katolik. Pasukan Inggris sendiri terpecah antara yang Protestan dengan yang Katolik. Yang Protestan mendukung William l sedang yang Katolik berupaya mengembalikan James I ketahtanya. Perang saudara pun tak terelakkan pada 12 Juli 1689.

Sampai sekarang, rakyat Inggris masih mengenang peristiwa tersebut tanpa banyak yang menyadari bahwa perang saudara itu sesungguhnya sengaja dibuat oleh Konspirasi Yahudi Internasional untuk menguasai perekonomian negara besar Eropa itu. Hasilnya berdirilah Bank of England, bank sentral swasta pertama di dunia (1694), yang dimiliki Konspirasi Yahudi tersebut.

Inggris terus dibuat untuk berperang, sehingga kas kerajaan terkuras dan utang bertambah banyak. Jerat yang dipasang para pemilik modal Yahudi kini telah mengikat mangsan ya. Kian lama kian kuat mencekik. Inggris pun jatuh ke dalam kekuasaan mereka hanya dengan modal awal £1.250.000!
_____

Reference :
Rothschild, Bank Inggris dan The Federal Reserve (Rizki Ridyasmara), Era muslim. William G. Carr dalam bukunya "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Alkau tsar, 1991)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bank Sentral Inggris dan Utang sebagai Alat Penjajahan [4]"

Posting Komentar